Home / Berita / Pengolahan Limbah Organik Bunga Potong Sedap Malam

Pengolahan Limbah Organik Bunga Potong Sedap Malam

2

Penanganan pascapanen bunga potong sedap malam di desa Pekoren kecamatan Rembang kabupaten Pasuruan, menghasilkan volume limbah organik berupa sisa potongan tangkai bunga potong sedap malam yang melimpah. Selama ini belum ada penanganan yang maksimal untuk mengolah limbah organik tersebut dikarenakan pengetahuan dan teknologi yang terbatas yang dimiliki para petani bunga potong sedap malam di desa Pekoren. Untuk itu berdasarkan kesepakatan bersama antara pengusul dan mitra petani bunga potong sedap malam, disetujui untuk melaksanakan program pengolahan limbah organik dari bunga potong sedap malam menjadi pupuk kompos. Dengan adanya pelaksanaan program pengolahan limbah organik bunga potong sedap malam ini diharapkan volume limbah yang melimpah dapat segera tertangani dengan baik dan tidak menimbulkan permasalahan lingkungan yang merugikan. Selain itu, dengan mengolah limbah organik bunga potong sedap malam menjadi kompos diharapkan dapat memberikan manfaat ekologis dan juga manfaat secara financial bagi para petani bunga potong sedap malam di desa Pekoren kecamatan Rembang kabupaten Pasuruan. Untuk mencapai tujuan dan target tersebut diatas, dalam pelaksanaan program ipteks bagi masyarakat petani bunga potong sedap malam di desa Pekoren ini, dilakukan dengan metode pelatihan teknik pengomposan untuk meningkatkan pengetahuan mitra petani bunga potong sedap malam, dan selanjutnya dilakukan metode demoplot tentang proses pengomposan untuk meningkatkan keterampilan mitra petani bunga potong sedap malam, diantaranya dengan membuat bak pengomposan, membuat mesin pencacah biomassa tanaman, dan melakukan teknik pengomposan yang dilaksanakan secara bersama-sama dengan para mitra petani bunga potong sedap malam di desa Pekoren.

Hasil pelaksanaan program IbM petani bunga sedap malam di desa Pekoren Kecamatan Rembang Kab. Pasuruan diantaranya adalah terbangunnya bak pengomposan dan mesin pencacah biomassa tanaman serta kompos yang telah matang. Bak pengomposan telah dimanfaatkan oleh kelompok petani bunga sedap malam untuk menampung brangkasan limbah organik yang telah dicacah dan digunakan sebagai tempat pembuatan kompos. Sementara mesin pencacah biomassa tanaman juga telah digunakan untuk mencacah brangkasan limbah organik tanaman sedap malam. Kapasitas mesin dengan tenaga 8 hp mampu mengolah limbah organik sekitar 150-250 kg/jam. Sehingga volume limbah organik yang menumpuk setiap harinya sekitar 100 – 200 kg brangkasan, dapat diolah dan dicacah sehingga mengurangi tumpukan limbah organik yang terdapat di halaman rumah para petani. Namun demikian karena tumpukan terjadi setiap hari sementara masa pengolahan limbah menjadi kompos memakan waktu sekitar 6 – 8 minggu, sehingga tumpukan limbah masih ada yang belum terolah. Namun demikian, tumpukan yang masih tersisa oleh para petani dibakar dan abunya dijadikan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan kompos.