Home / Berita / PELATIHAN DAN PENYULUHAN PEMANFAATAN PEKARANGAN DALAM MENUNJANG KAWASAN RUMAH PANGAN

PELATIHAN DAN PENYULUHAN PEMANFAATAN PEKARANGAN DALAM MENUNJANG KAWASAN RUMAH PANGAN

4

 

Dalam rangka kegiatan pengabdian masyarakat, Fakultas Pertanian Universitas Wisnuwardhana telah melaksanakan penyuluhan dan pelatihan di kelurahan Bandungrejosari kecamatan Sukun Kota Malang. Mengambil tema seputar pemanfaatan lahan pekarangan, tim pengabdian masyarakat Fakultas Pertanian mengajak para peserta yang sebagian besar terdiri dari ibu-ibu dan bapak-bapak perwakilan dari masing-masing Rukun warga setempat untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan mereka dengan kegiatan budidaya sayuran organik.

Tema ini diambil sebagai salah satu bentuk urun rembug Fakultas Pertanian dalam membantu memecahkan permasalahan yang terjadi di lapang dan juga untuk memberdayakan masyarakat sekitarnya dalam mendukung salah satu program pemerintah menuju ketahanan serta kemandirian pangan nasional. Ketahanan pangan sebagaimana diketahui telah menjadi isu global selama dua dekade ini termasuk di Indonesia. Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi setiap rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup baik jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau. Berdasarkan hal tersebut, maka terpenuhinya pangan bagi setiap rumah tangga menjadi sesuatu yang sangat penting diupayakan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional. Setiap rumah tangga diharapkan dapat mengoptimalkan sumberdaya yang dimiliki termasuk pekarangan rumah mereka dalam menyediakan pangan bagi keluarga.

Tim Fakultas Pertanian memberikan pelatihan dan penyuluhan kepada warga kelurahan Bandungrejosari di Aula Wahana Sasana Mulya. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Dekan Fakultas Pertanian yang memberikan arahan umum berkaitan dengan arti penting pemanfaatan lahan pekarangan dalam rangka memenuhi gizi keluarga. Dilanjutkan dengan diskusi panel yang terbagi dalam beberapa sesi penyampaian materi. Sesi pertama disampaikan oleh Ir. M. Adri Budi S, MP yang memberikan materi tentang penggunaan biosida dalam mengendalikan hama sayur mayur di pekarangan.

Dari materi pertama, diskusi berjalan dengan beberapa pertanyaan yang disampaikan warga diantaranya seputar hama cabuk yang banyak menyerang tanaman mereka. Pada sesi pertama ini peserta pelatihan juga diajari bagaimana meramu bahan-bahan alami yang ada di sekitar pekarangan untuk dimanfaatkan sebagai biosida yaitu obat pembasmi hama berbahan dasar tanaman tertentu.

Materi selanjutnya diberikan oleh Dr. Nurul Muddarisna, MP yang menyampaikan tentang penyiapan media tanam untuk pot dan polibag. Media tanam ini sangat penting untuk disiapkan bagi para pemroduksi tanaman yang akan membudidayakan sayuran. Penanaman dalam pot ataupun polibag harus memperhatikan media yang cukup menyediakan nutrisi untuk pertumbuhan dan produksi tanaman.

Sesi ketiga diisi dengan penyampaian materi seputar pemanfaatan lahan pekarangan dengan kegiatan budidaya sayuran organik oleh Yekti Sri Rahayu, SP., MP. Pekarangan yang sempit tidak menjadi halangan untuk menyediakan pangan yang sehat dan bergizi bagi keluarga. Ada beberapa alternatif penanaman sayuran di lahan pekarangan sempit yang disampaikan oleh pemateri salah satunya yaitu dengan penanaman sistem bertingkat atau dikenal dengan vertikultur, yaitu dengan memanfaatkan bahan seperti bambu ataupun pipa-pipa paralon yang disusun secara bertingkat sebagai media tumbuh tanaman sayuran.

Selain materi-materi yang berkaitan langsung dengan kegiatan budidaya tanaman sayuran di lahan pekarangan, para peserta pelatihan dan penyuluhan juga diajari tentang cara menghitung penerimaan, biaya dan pendapatan usahatani khususnya yang berkaitan dengan usahatani sayuran organik yang disampaikan oleh Dr. Djohar Noeriati, MP. Materi ini disampaikan dengan tujuan agar para peserta nantinya tidak hanya mampu memproduksi tanaman sayuran untuk konsumsi keluarga, namun juga mampu menyisihkan sebagian hasil produksi tanaman sayuran untuk menambah pendapatan keluarga.

Pelatihan dan Penyuluhan berlangsung diselingi dengan tanya jawab dari masing-masing peserta hingga sore hari. Antusiasme warga yang mengikuti penyuluhan ditunjukkan pula dengan keinginan warga yang mengharapkan adanya kegiatan lanjutan berupa pendampingan bagi warga yang akan melaksanakan praktek budidaya sayuran di lahan pekarangan rumah mereka. Keinginan warga tersebut didukung pula oleh ketua Penggerak PKK Kelurahan Bandungrejosari Ibu Hj. Kasiati sebagaimana yang diungkapkan dalam sesi penutupan kegiatan pelatihan dan penyuluhan, bahwasannya kerjasama antara tim dari Fakultas Pertanian Universitas Wisnuwardhana Malang dan kelurahan Bandungrejosari diharapkan dapat berlanjut dalam program-program berikutnya yang dapat ,menunjang Program Peningkatan keberdayaan Masyarakat melalui Dana Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Tahun 2014. Program tersebut adalah salah satu upaya pengembangan program-program yang sedang dijalankan oleh pemerintahan kota Malang khususnya di Kelurahan Bandungrejosari tahun 2014.

Di akhir tulisan ini tersimpan harapan besar, bahwa apa yang telah dilaksanakan oleh para pelaksana kegiatan baik dari tim penyuluh maupun warga kelurahan Bandungrejosari dapat memberikan manfaat satu sama lain demi kemajuan bersama dalam mendukung program pemerintah menuju ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Amiin.